Rabu, 06 Maret 2013

Perang antara Apple vs Samsung

                      



Perang antara Apple vs Samsung memang panjang dan melelahkan. Sebagian juga berpotensi merugikan hak konsumen untuk mendapatkan produk yang mereka pilih. Inilah kondisi yang terjadi di pasar Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Apple menabuh genderang perang terhadap Samsung di banyak negara. Di kandangnya, AS, Apple meminta pengadilan untuk menghentikan penjualan ponsel pintar Galaxy Nexus dengan alasan pelanggaran paten. Pada Juni 2012, pengadilan distrik mengabulkan permintaan itu.

(Keputusan tersebut adalah pukulan telak kedua yang diterima Samsung dalam rentang sepekan. sebelumnya, pengadilan juga melarang penjualan Samsung Galaxy Tab 10.1 hingga sengketa hak paten yang ketika itu masih bergulir di pengadilan California selesai.)

Mengapa Samsung yang disebut sebagai pihak yang terpukul? Galaxy Nexus secara status adalah produk bersama antara Google dengan Samsung. Pengembangan ponsel pintar ini sudah dilakukan sejak 2011 dengan dimotori oleh para insinyur dari kedua perusahaan raksasa itu. Samsung adalah penyedia hardware, sementara Google menyediakan software Android versi teranyar saat itu, Ice Cream Sandwich. Akibat dua putusan pengadilan yang merugikan tersebut, saham Samsung di bursa saham Seoul pun anjlok.

Samsung bertambah murung ketika pada Agustus 2012 Pengadilan California memutuskan mereka bersalah telah melanggar hak paten dan desain Apple dan diharuskan membayar denda $1 miliar (sekitar Rp9,6 triliun). Namun peruntungan berbalik ketika pada medio Oktober pengadilan banding Amerika mencabut larangan penjualan Tab 10.1 dan Galaxy Nexus.

Secara kinerja, Galaxy Nexus dipuji banyak blogger teknologi. Ditenagai oleh prosesor dual core 1,2 GHz dan memori RAM lapang sebesar 1 GB, ponsel ini punya layar yang gemilang yang disebut dengan layar Super AMOLED berukuran 4,65 inci (jauh lebih besar ketimbang layar iPhone 4S yang cuma 3,5 inci).

Pada 13 November 2012, Google merilis generasi terbaru seri Nexus, yakni Nexus 4. Kali ini, mereka tidak lagi menggandeng Samsung sebagai produsen hardware, namun mereka ganti menggandeng produsen elektronik lain, LG, juga dari Korea Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please di komen y,,,,,


thanks